AKSI · Peta ekosistem komik Indonesia · Oktober 2026
Outlook komik Indonesia
Disusun oleh Rizqi R Mosmarth, Sekretaris Jenderal Asosiasi Komik Indonesia
BetaIni rilis awal. Laporan lengkapnya terbit akhir 2026.
Komik Indonesia kini ditopang kreator independen. Komik self-publish mencakup 88% dari komik yang terbit pada 2025, 289 komikus menerbitkan buku pertamanya yang terindeks di KOMIQUS tahun itu, dan 25% dari 2.542 komikus yang punya entri sendiri di peta sudah bekerja untuk klien luar negeri. Perencanaan 2027 sampai 2030 sebaiknya dimulai dari pergerakan mandiri ini.
4.115judul komik
4.191komikus tercatat, termasuk editor dan tim artis yang memiliki kredit karya
5.275pegiat tercatat: perorangan dan organisasi
Metode penghitungan. Judul komik: judul berbeda yang disebut di mana pun di peta. Komikus tercatat: 2.542 komikus yang punya entri sendiri di peta, ditambah 1.649 komikus yang tercatat dari kredit karya di KOMIQUS (artis, penulis, editor, desainer). Pegiat tercatat: 3.626 orang dan organisasi yang punya entri sendiri di peta, ditambah 1.649 semua orang dengan kredit karya.
Data per 24 Oktober 2026Arahkan kursor atau ketuk grafik untuk melihat detail, atau pilih grafik lalu pakai tombol panah; “Lihat angka” membuka tiap grafik sebagai tabel
Sebagian sumber disalin manual dari tangkapan layar, katalog, dan unggahan, jadi kekeliruan kecil masih mungkin ada. Sebagian besar angka adalah angka minimal: jumlah sebenarnya bisa lebih tinggi.
Peta di balik halaman ini
Dunia-dunia Komik Indonesia
Semua angka di sini berasal dari peta ekosistem komik Indonesia yang disusun AKSI: daftar nama dan organisasi di dunia komik Indonesia, tiap entri lengkap dengan sumbernya. Peta ini mencatat 5.275 pegiat (3.626 dengan entri sendiri, terhubung lewat 5.734 koneksi, ditambah 1.649 nama dari kredit buku) dan 4.115 judul komik, dihimpun dari platform, event, penerbit, dan indeks KOMIQUS.
5.275pegiat tercatat
5.734koneksi antar entri di peta
4.115judul komik
Skena di peta, besarnya sesuai jumlah komikus di tiap skena
Tiap lingkar adalah satu dunia: platform, event, penerbit, atau jenis karya. Satu komikus bisa ada di beberapa dunia sekaligus, jadi lingkarnya tidak dijumlahkan. Arahkan kursor ke lingkar untuk melihat detailnya.
Sumber
Peta ekosistem komik Indonesia AKSI, 24 Oktober 2026: komikus tercatat yang terhubung ke tiap platform, event, penerbit, atau studio, ditambah orang-orang yang dikreditkan di KOMIQUS.
Catatan
Peta hanya memuat komikus yang sudah ditemukan, jadi tiap gelembung adalah angka minimal. Garis putus-putus: dunia yang belum dipetakan.
Petanya: 5.734 koneksi antar pegiat di 12 sektor
Tiap titik adalah satu dari 3.626 orang dan organisasi yang punya entri sendiri di peta, besarnya menurut seberapa sentral posisinya; tiap garis adalah koneksi di antara keduanya. 1.649 orang yang hanya dikenal dari kredit buku belum punya koneksi yang tercatat, jadi tidak digambar; itu tidak berarti mereka tak punya koneksi. Nama-nama tetap tersimpan di peta AKSI dan tidak ditampilkan di sini. Pilih sektor untuk menyorotnya.
Sumber
Peta ekosistem komik Indonesia AKSI, gambaran visual umum, Okt 2026.
1931–2026
Sembilan puluh lima tahun komik Indonesia
Lima era dan titik balik yang sumbernya tercatat di peta, dari strip koran pertama yang bertahan lama sampai event komik 2026. Pilih era untuk membacanya.
95tahun, 1931–2026
5era
32tolok ukur
Sumber
Era dan tolok ukur bertanggal di peta ekosistem, masing-masing terhubung ke pegiat yang disebutnya, Okt 2026.
Catatan
Lebar tiap era dibuat sama, jadi tahun-tahun terbaru tampak lebih lapang; satu titik adalah satu tonggak. Tonggak adalah capaian pertama atau titik balik yang sumbernya tercatat di peta, bukan sejarah lengkap.
Komik terbit pada 2025377+81% dibanding 2024, tahun lengkap tertinggi sejauh ini
Sumber: KOMIQUS ditambah judul bertanggal dari sumber lain di peta; angka minimal
Komik terbit sepanjang 2026441sudah 117% dari 2025: 229 di KOMIQUS, ditambah 186 debut Comipara 7 yang belum masuk KOMIQUS dan 26 dari sumber lain
Sumber: KOMIQUS, daftar Comipara sendiri, dan peta, Okt 2026; angka minimal
Porsi self-publish, 202588%96% sepanjang 2026, dibanding 15% pada 2018, puncak era platform
Sumber: penerbit tiap komik, dari semua sumber di peta; sebagian kecil tidak menyebut penerbit dan tidak dihitung
Komikus debut, 2025289180 sepanjang 2026; tertinggi sebelumnya 217 pada 2018, terendah 67 pada 2021
Sumber: kredit KOMIQUS, dibaca Okt 2026
Komikus tercatat yang bekerja untuk klien luar negeri648dari 2.542 komikus yang punya entri sendiri di peta
Sumber: koneksi di peta ekosistem; angka minimal
Adaptasi layar yang sedang digarap5dalam produksi, pra-produksi, atau sudah diumumkan, dibanding 13 yang sudah rilis sejak 2017
Sumber: tabel adaptasi di peta ekosistem
Siapa yang berkarya
Era platform berakhir, komikus terbit mandiri
Jumlah terbitan turun setelah 2018 lalu naik lagi lebih tinggi, hampir seluruhnya lewat self-publishing: buku lebih tipis, dibuat sendiri, tanpa ISBN, dan rilis di event. Generasi baru sedang debut; bagi kebanyakan, buku kedua masih menjadi potensi, tidak berhenti.
377komik terbit pada 2025
88%self-publish
289komikus debut pada 2025
Komik terbit per tahun
Semua komik yang tahun terbitnya diketahui di peta: KOMIQUS, ditambah komik baru dari daftar Comipara sendiri dan judul bertanggal dari sumber lain. Tampilkan menurut penerbit atau format cetak dan digital, dalam jumlah atau persentase per tahun.
Sumber
Indeks komik Indonesia KOMIQUS, dibaca Okt 2026; kartu COMIC RAID dari Comipara; judul bertanggal dari sumber lain di peta. Tiap komik dihitung satu kali. Penerbit dikelompokkan menurut peta: self-publish, penerbit, atau platform (Ciayo, LINE WEBTOON, dan sejenisnya).
Catatan
Ini angka minimal, bukan sensus: fokus pada trennya ketimbang jumlahnya. Data 2026 sampai Oktober; komik baru Comipara 7 sudah masuk, Comipara 6 belum lengkap.
Peta mencatat 4.115 judul komik
Peta mencatat 4.115 judul komik yang berbeda. KOMIQUS, satu-satunya sumber yang mencantumkan tahun dan penerbit untuk tiap buku, mengindeks 1.650 di antaranya. 2.465 judul lainnya ditemukan di WEBTOON, daftar event, dan laman kreator, studio, serta penerbit; yang bertanggal ikut dihitung di grafik komik per tahun di atas.
Sumber: sensus judul di peta, Okt 2026, tiap serial dihitung satu kali (2.052 entri KOMIQUS dihitung per jilid). Sebagian kecil karya yang disebut berupa game atau media lain.
Komikus baru dan komikus aktif
Batang: komikus yang buku pertamanya terindeks terbit tahun itu. Garis: semua yang dikreditkan di buku tahun itu.
Sumber
Kredit KOMIQUS untuk 2.128 komikus, dibaca 13 Okt 2026.
Catatan
Debut di sini adalah buku pertama yang tercatat di KOMIQUS, belum tentu komik pertama.
Buku kedua butuh waktu
461 dari 1.250 komikus yang baru punya satu buku terindeks debut pada 2024–2026 dan mungkin belum sempat menerbitkan buku kedua: kalau buku kedua terbit di tahun berikutnya, 52% di antaranya butuh dua tahun atau lebih. Dari komikus yang debut 2012–2022, yang sudah punya waktu empat tahun atau lebih, 44% sampai ke buku kedua.
Sumber
Kredit KOMIQUS per komikus beserta tahun tiap buku, dibaca Okt 2026.
Catatan
Debut 2024–2026 masih berjalan. Hanya buku di KOMIQUS yang dihitung: komikus yang sekarang aktif di webtun atau kerja klien bisa terlihat seperti baru punya satu buku.
Buku dibuat oleh tim kecil
64% buku cetak 2025 yang terindeks di KOMIQUS hanya mengkreditkan satu orang, dibanding 46% pada 2016. Buku yang mengkreditkan editor turun dari 32% menjadi 10%.
Sumber: kredit KOMIQUS di tiap buku cetak, dibaca Okt 2026. Angka minimal: relawan sering hanya mencatat penulisnya.
Buku baru lebih tipis dan tanpa ISBN
1 dari 277 buku cetak self-publish 2025 yang terindeks di KOMIQUS punya ISBN, dibanding 16 dari 41 buku penerbit. Median tebal buku turun dari 125 halaman pada 2016 menjadi 48 pada 2025.
Sumber: kolom ISBN, format, dan jumlah halaman di KOMIQUS untuk tiap buku cetak, dibaca Okt 2026.
Pembaca dan uang
Perhatian terpusat; kerja komik sudah jadi ekspor sejak 2010-an
Segelintir serial webtun meraih sebagian besar pembaca. Kerja komik juga sudah dijual ke luar negeri sejak awal 2010-an, ketika komikus Indonesia mulai rutin menggambar untuk Marvel dan DC; kini sebagian besar kerja itu dijual langsung ke klien luar negeri dan belum tercatat sebagai statistik ekonomi.
55%likes WEBTOON dipegang sepersepuluh teratas
648komikus yang bekerja untuk klien luar negeri
295original WEBTOON lokal
Original lokal LINE WEBTOON, diurutkan menurut likes
Sepersepuluh serial teratas di all genres memegang 55% likes kelompok itu. Pilih genre untuk membandingkannya dengan semua serial, atau cari judul.
Sumber
295 original lokal di LINE WEBTOON Indonesia, likes sesuai yang tampil, dibaca Sep 2026.
Catatan
Likes bersifat kumulatif dan menguntungkan serial yang lama berjalan; angka ini tidak menunjukkan jumlah pembaca atau pendapatan.
Sekitar satu dari empat komikus tercatat bekerja untuk klien luar negeri
Komikus yang punya entri sendiri di peta, menurut kanal ke luar negeri yang terhubung dengannya. Satu orang bisa muncul di beberapa baris.
Sumber
Peta ekosistem: listing Fiverr, situs Kisai, Metakomik, Vertwo, Hive, dan Goxtoon, serta kredit Marvel dan DC. Kanalnya bisa tumpang tindih, jadi barisnya tidak dijumlahkan.
Catatan
Hanya komikus yang sudah ada di peta yang dihitung, jadi ini angka minimal. Ekspor ini sudah lama berjalan: halaman pertama Ardian Syaf untuk Marvel dan DC dibuat pada 2009. Studio yang dihitung di sini (Kisai 2017, vertwo 2020, Hive 2021) memperbesar skalanya.
Fiverr: jalur ekspor yang jarang terlihat
Minimal 27.139 order berulasan sepanjang masa dari 202 seller komik Indonesia.
Sumber
Pencarian Fiverr untuk seller komik yang berlokasi di Indonesia, halaman terlaris, dibaca Sep 2026.
Catatan
Fiverr membatasi jumlah ulasan yang ditampilkan, jadi totalnya adalah angka minimal. Penghasilan tiap seller tidak ditampilkan.
WEBTOON Canvas
Canvas: Top Hit-nya serial lama, dan hanya sedikit yang ongoing
254 serial Canvas Indonesia di atas 50.000 likes, dari 228 kreator, dengan total 65.480.010 likes. Segelintir hit menyumbang sebagian besar angka itu, kebanyakan serialnya sudah berhenti bertahun-tahun lalu, dan hanya sedikit kreator Canvas yang muncul di skena komik lain.
254serial di atas 50.000 likes
2,3tahun, median lama tayang
13masih update
Berapa lama serial Canvas bertahan
Dari episode pertama sampai terakhir, median serial berjalan 2,3 tahun. Hanya 13 dari 254 yang mengunggah episode dalam 90 hari terakhir. 88% mulai pada 2015–2020; 21 mulai pada 2022 atau sesudahnya.
Sumber
Daftar episode WEBTOON untuk tiap serial di atas 50.000 likes, dibaca 24 Okt 2026.
Catatan
Hanya serial yang mencapai 50.000 likes, jadi serial lama lebih diuntungkan: likes menumpuk seiring waktu. Tanggalnya adalah episode paling awal dan paling akhir yang masih online.
Serial menurut likes
9 serial dengan lebih dari sejuta likes memegang 34% dari semua likes Canvas di sini.
Sumber
LINE WEBTOON Indonesia Canvas, serial di atas 50.000 likes, dibaca Sep–Okt 2026.
Catatan
Likes bersifat kumulatif.
Romance unggul dalam jumlah serial, komedi dalam likes
Genre dengan dua serial atau lebih.
Sumber
Genre sesuai yang dicantumkan Canvas.
Di mana lagi kreator Canvas berkarya
Dari 230 kreator Canvas di peta. Satu orang bisa muncul di beberapa baris.
Sumber
Koneksi di peta ekosistem, Okt 2026.
Catatan
"Hanya di Canvas" berarti belum ada koneksi lain yang tercatat di peta, belum tentu tidak punya karya lain.
Layar
Komik semakin diminati untuk Adaptasi
5 dari 13 adaptasi yang sudah rilis keluar pada 2024–2025, dan 5 lagi sedang dalam produksi, pra-produksi, atau sudah diumumkan. Kini animasi dan serial ikut menyusul film.
13adaptasi sudah rilis
5lagi sedang digarap
1.600.000penonton Gundala, yang terbanyak
Adaptasi yang sudah rilis per tahun
Klik satu tahun untuk melihat judulnya, klik lagi untuk menampilkan semua. Judul yang belum rilis ada di bawah grafik.
Judul
Rilis
Format
Penonton
Sumber
Tabel adaptasi di peta ekosistem: pengumuman produser dan pers; jumlah penonton dari laporan box office yang dipublikasikan.
Catatan
Hanya judul yang sudah rilis yang punya tahun. Judul dalam produksi, pra-produksi, atau yang baru diumumkan belum punya tanggal rilis dan tidak dihitung di grafik. Kolom penonton yang kosong berarti belum ada angka publik.
Penonton bioskop adaptasi komik
Gundala (2019) meraih 1.600.000 penonton, terbanyak di antara adaptasi komik; Si Juki The Movie (2017) meraih 642.312. Tiap batang adalah satu rilisan, jadi tidak dijumlahkan.
Sumber
Laporan box office yang dipublikasikan, sesuai tabel adaptasi di peta, Okt 2026.
Catatan
Hanya rilisan dengan angka penonton yang dipublikasikan yang ditampilkan. Rilisan serial dan streaming tidak punya angka ini, begitu juga beberapa film terbaru.
Titik kumpul
Event dan segelintir penerbit jadi hub komikus
Event independen adalah tempat buku self-publish bertemu pembacanya, dan event-event ini terus tumbuh. Segelintir penerbit dan rumah produksi melibatkan ratusan komikus tercatat.
381komik 2026 yang rilis di event
254komik baru di Comipara 7, minimal
1.965circle di Comic Frontier 23
Artis yang terlibat, menurut studio atau penerbit
Komikus tercatat yang berbeda dan terhubung ke tiap studio atau penerbit, bernaung di sana menurut KOMIQUS, atau disebut di entrinya.
Sumber
Peta ekosistem, lima belas teratas, 24 Okt 2026.
Catatan
Ini jumlah nama di peta, bukan jumlah karyawan; lini penulis anak (KKPK) menghitung kontributor muda (bukan profesional).
Skala event
Jumlah circle Comic Frontier tumbuh 33% di antara dua katalog terakhirnya.
Sumber
Katalog Comic Frontier (CF22, CF23 lewat cf23.nnt.gg), denah booth Comipara (Comipara 5), direktori kreatornya di catalog.comipara.com (Comipara 7, dibaca setelah event) dan unggahan komik pilihannya ditambah KOMIQUS untuk komik yang dipajang (Comipara 6 dan 7, minimal), panitia Pesta Komik, daftar exhibitor Indonesia Comic Con (Okt 2026), serta daftar circle COCOMA dan Chibicon, sebagaimana tercatat di peta. Angka COCOMA dan Chibicon mencakup semua circle, tidak hanya circle komik.
Catatan
Circle, booth, dan pengunjung adalah satuan yang berbeda; bandingkan di dalam satu event, jangan antarevent.
Kini event yang menentukan jadwal terbit
381 dari 441 komik yang terbit sepanjang 2026 rilis di akhir pekan event, hampir semuanya self-publish. Comipara 7 sendiri merilis minimal 254 komik baru, dengan minimal 890 komik dipajang.
Komik baru yang rilis di tiap event, minimal
Sumber: tanggal terbit di KOMIQUS dibandingkan dengan tanggal event di peta, unggahan komik pilihan Comipara sendiri, “COMIC RAID” (label “komik baru” terbaca di 298 dari 302 kartu Comipara 7; kartu Comipara 6 belum dibaca), dan katalog booth di catalog.comipara.com (263 katalog, semuanya dibaca). Semua angka adalah angka minimal. Tanggal event di peta baru mencakup Comipara 5–7 dan Pesta Komik 2026, jadi angka 2025 masih kurang: KOMIQUS juga mencatat 130 buku bertanggal 5 Juli 2025, event yang belum disebut di sini.
Komik di Comipara kebanyakan original; Comic Frontier condong ke fandom
75% dari 737 komik di katalog booth Comipara 7 adalah karya original; 181 berupa fan comic atau doujinshi. Dari 115 komik yang ditandai baru di event, 83% original. Fan comic lebih tipis (median 34 halaman dibanding 46) dan sedikit lebih mahal (median 77.500 rupiah dibanding 70.000). Comic Frontier 23 justru sebaliknya: dari 527 circle yang menjual komik, 54 hanya mencantumkan karya original, 231 mencantumkan karya original di samping fandom, dan 235 hanya mencantumkan fandom.
Sumber
Comipara 7: 263 katalog booth di catalog.comipara.com, dibaca halaman demi halaman setelah event (Okt 2026). Comic Frontier 23 (31 Okt – 1 Nov 2026): katalog resmi 1.965 circle dari catalog.comifuro.net, lewat peta booth komunitas cf23.nnt.gg, dengan nama fandom dari fandom.directory (dibaca 24 Okt 2026).
Catatan
Fan = memakai karakter dari franchise yang sudah ada (doujinshi, fan comic, fanbook, parodi). Comipara menghitung tiap komik, berdasarkan isi katalog ditambah pengecekan judul satu per satu (cek acak 40 komik “original” terhadap halamannya tidak menemukan fan work); merch tidak dihitung. Comic Frontier menghitung circle menurut tag fandom yang mereka pilih untuk semua barang dagangannya, termasuk merch, jadi kedua batang booth mengukur hal yang berbeda. “Tanpa tag fandom” = hanya tag umum seperti VTuber, atau tanpa tag sama sekali.
Seperti apa komik di event: A5, sekitar 40 halaman, 70.000 rupiah
Median komik di katalog booth Comipara 7 setebal 40 halaman dengan harga 70.000 rupiah, sekitar 1.774 rupiah per halaman. A5 adalah ukuran standar (320 komik); zine A6 rata-rata setebal 16 halaman (median) dengan harga 30.000 rupiah. Di antara yang mencantumkan warna, hitam putih lebih banyak daripada berwarna, 151 banding 80.
Harga, rupiah
Halaman
Genre yang disebut kreator
Sumber
263 katalog booth di catalog.comipara.com, dibaca halaman demi halaman setelah event (Okt 2026); komik saja.
Catatan
Median dan jumlah dari semua booth, tidak pernah harga satu kreator. Dari 737 komik, 680 mencantumkan harga, 504 jumlah halaman, dan 278 genre, jadi data genre adalah sampel. Nama genre memakai istilah kreator sendiri, digabung hanya jika kata dasarnya sama (humor dan komedi dihitung sebagai komedi).
2027–2030
Yang perlu direncanakan
Enam implikasi dari grafik-grafik di atas. Tiap kartu ditarik dari data yang ada.
Distribusi
Dukung komikus self-publish
Pertumbuhan ada di buku yang diterbitkan dan dijual sendiri oleh komikusnya. Fasilitasi kemudahan pembayaran cetak, ISBN, konsinyasi, dan akses ke toko akan lebih berdampak daripada menambah penerbit baru.
Dasar
Judul KOMIQUS menurut jenis penerbit.
Penerbitan
Scouting di event
Event kini jadi tempat komik baru muncul: minimal 381 dari 441 komik yang terbit sepanjang 2026 rilis di akhir pekan event, hampir semuanya self-publish. Penerbit bisa memakai event sebagai ajang mencari karya dan menawarkan jalan bagi komikus untuk menjangkau pembaca lebih luas: ISBN, distribusi ke toko buku, dan penyuntingan. Kalau penerbit menyerap 5% komik self-publish tiap tahun, itu berarti sekitar 16 dari 312 judul pada 2025, dibanding 42 komik yang diterbitkan penerbit tahun itu, dan sekitar 31 per tahun pada 2030 menurut skenario di bawah.
Dasar
Komik terbit per tahun dan rilis di event; ISBN di buku cetak (1 dari 277 self-publish, 16 dari 41 buku penerbit, 2025).
Karier
Danai buku kedua
Jumlah debut memecahkan rekor, dan buku kedua sering baru terbit dua tahun atau lebih setelah yang pertama. Mentoring, grant per jilid, dan klinik editorial bisa memangkas jeda itu dan mengubah debut menjadi serial.
Dasar
Debut dan kredit per komikus di KOMIQUS.
Ekspor
Hitung kerja ekspor
Kerja komik sudah menghasilkan dari klien luar negeri sejak 2010-an, dan sebagian besar masih belum tercatat. Mengukurnya, sekaligus membantu studio beralih dari work for hire ke IP milik sendiri, bisa jadi kebijakan ekspor.
Dasar
Koneksi di peta ke Fiverr, tim Kisai, Metakomik, vertwo, Hive, dan Goxtoon, serta penerbit luar negeri.
IP
Formalkan HAKI
Adaptasi datang makin cepat dan segelintir hit di platform memegang sebagian besar pembaca. Kontrak yang rapi, pendaftaran IP, business deck, dan series bible untuk judul yang sudah punya penggemar bisa menguatkan peluang.
Dasar
Tabel adaptasi dan likes WEBTOON.
Pembaca
Ajak pembaca kembali ke platform
Segelintir serial memegang sebagian besar likes, dan 168 dari 230 kreator Canvas di peta hanya menjangkau pembacanya di sana. Kerja sama dengan WEBTOON untuk original lokal, format berbayar, dan terjemahan bisa memperluas pembaca sekaligus porsi yang diterima kreatornya.
Dasar
Likes WEBTOON dan Canvas; kreator Canvas di peta.
2030
Berhitung Target
Dua target untuk 2030, dihitung dari self-publishing. Titik awalnya diambil dari data peta; targetnya adalah asumsi AKSI.
10.000.000pembaca aktif di WEBTOON dan beberapa platform lokal
59.324pembeli komik yang membeli minimal 5 buku per tahun
Kenapa dua angka ini. Angkanya moderat, tapi tetap menunjukkan kemauan untuk menumbuhkan ujung industri komik yang bisa diukur: pembaca dan pembeli. Angka ini juga bisa jadi tolok ukur untuk langkah berikutnya, seperti pengembangan IP, pertumbuhan talenta, dan kebijakan publik.
Digital
Pembaca di platform
Pembaca platform10.000.000pembaca aktif di Indonesia, di WEBTOON dan beberapa platform lokal
Pembaca berbayar200.0002% pembaca, belanja Rp20.000 per bulan
Bacaan berbayar per tahunRp48 miliar200.000 pembaca × Rp20.000 × 12 bulan
Untuk kreator lokalRp4,32 miliarkomik lokal mendapat 30% dari bacaan berbayar (Rp14,4 miliar), dan kreator menerima 30% darinya
Kenapa komik masih butuh platform
Jangkauan yang tak tertandingi oleh oplah cetak mana pun.WEBTOON memuat 295 original lokal, dan 254 serial Canvas di atas 50.000 likes mengumpulkan total 65.480.010 likes.
Basis pembaca yang berbeda.168 dari 230 kreator Canvas di peta tidak muncul di daftar buku, event, atau penerbit mana pun: pembacanya hanya bisa dijangkau lewat platform.
Jalur ke luar negeri.Studio lokal sudah memproduksi untuk produser webtun global, dan kreator indie bisa menerbitkan judulnya ke seluruh dunia.
Cerita yang sampai ke layar.6 dari 13 adaptasi komik yang sudah rilis berawal dari WEBTOON: Terlalu Tampan, Eggnoid, Virgo and the Sparklings, Code Helix, Pasutri Gaje, dan Sekotengs.
Shortlist untuk penerbit.Likes menunjukkan cerita mana yang mengikat pembaca: sepersepuluh original lokal teratas memegang 55% dari semua likes.
Menjaga pembaca.381 dari 441 komik yang terbit sepanjang 2026 rilis di akhir pekan event; platform menjaga pembaca itu sepanjang sisa tahun.
Platform lokal baru.Pada 2026 beberapa platform lokal mulai dirintis. Inisiatif ini harus didukung.
Bagaimana caranya
Bermitra dengan WEBTOON untuk original lokal.AKSI mencari karya di event dan menyerahkan daftar pendek ke platform untuk promosi Canvas dan Originals, jadi kedua pihak mendapat judul yang sudah punya pembaca.
Bawa pembaca event ke online.Kode QR ke halaman WEBTOON atau Canvas kreator di tiap booth dan di dalam tiap komik cetak.
Beri pembaca pancingan untuk bayar.Chapter lebih awal dan fast pass untuk serial lokal teratas, serta satu chapter digital yang dibundel dengan buku cetaknya.
Terjemahkan top 10.Bawa serial yang sudah punya pembaca ke edisi global platform.
Jaga serial tetap berjalan.Hibah per volume atau per musim, supaya serial yang sudah punya pembaca tidak berhenti di antara musim.
Ukur setiap tahun.Sepakati dengan platform angka pembaca yang dibagikan, supaya kemajuan menuju 10 juta bisa dipantau.
Cetak
Komik yang dibeli orang
Pembeli komik cetak, masing-masing 5 komik59.324setara pembeli: eksemplar terjual ÷ 5, yaitu satu orang yang membeli 5 komik cetak per tahun
Eksemplar terjual296.620dari 615 komik self-publish baru (naik dari 420 pada 2026, 10% per tahun), 559 dari tahun sebelumnya, dan 40 judul baru penerbit
Penjualan cetakRp20,76 miliarper tahun, dengan harga Rp70.000 per eksemplar
Cara angka cetak disusun
Tiap kelompok adalah bagian dari komik self-publish baru tahun itu. Kelompoknya kumulatif: 10% teratas sudah mencakup 5% teratas, yang menjual sendiri eksemplarnya sebelum diterbitkan ulang oleh penerbit besar dengan oplah 3.000; separuh oplah itu habis dan separuh lainnya terjual 1.000. Komik self-publish tahun lalu terjual 30 eksemplar lagi per judul, dan penerbit menambah 40 judulnya sendiri dengan oplah yang sama.
Kelompok
Judul
Eksemplar per judul
Eksemplar
Harga, rupiah
Penjualan, rupiah
Sumber
Titik awal: komik yang terbit sepanjang 2026 (KOMIQUS dan daftar event, angka minimal; tahun masih berjalan); median harga komik event dari katalog booth Comipara 7. Target: asumsi AKSI, Oktober 2026.
Catatan
Hanya 2030 yang ditampilkan. Komik self-publish yang berumur lebih dari setahun tidak dihitung, karena kebanyakan komikus mencetak dalam oplah kecil. Satu pembeli komik cetak diasumsikan membeli 5 komik per tahun, jadi jumlah pembeli adalah setara pembeli: eksemplar terjual dibagi angka itu. Pembaca WEBTOON dan pembeli komik cetak bisa orang yang sama.
Bagaimana caranya
Keramaiannya sudah ada di event.Comic Frontier didatangi sekitar 70.000 pengunjung di CF21 pada 2025 dan Comipara sekitar 10.000 di Comipara 5. Target 59.324 pembeli lebih sedikit dari pengunjung satu Comic Frontier.
Pembaca manga sudah ada di ruangan.Di Comic Frontier 23, 1.048 dari 1.965 circle hanya menjual karya fan dari franchise yang sudah ada, sebagian besar manga dan anime. Pembacanya sudah terbiasa membeli komik; cerita lokal di genre yang mereka baca (komedi, slice of life, BL, drama, romance memimpin katalog Comipara) bisa memikat mereka.
ISBN membuka rak.Hanya 1 dari 277 komik cetak self-publish pada 2025 yang punya ISBN, dibanding 16 dari 41 buku penerbit. Dengan ISBN, komik bisa masuk toko buku dan perpustakaan.
Penjualan online bisa menjangkau lebih jauh.Peta menemukan 1.587 judul di katalog dan toko online milik kreator sendiri, masing-masing berjualan sendiri. Etalase bersama dan kehadiran di marketplace besar bisa membuat komik event terjual sepanjang tahun.
Penerbit mencari karya di event.Menerbitkan ulang 5% teratas berarti sekitar 31 judul per tahun, dibanding 42 komik yang diterbitkan penerbit pada 2025.
Pertahankan harganya.Median komik event berharga 70.000 rupiah untuk 40 halaman; skenario ini mempertahankan harga itu sampai 2030. Dengan inflasi, artinya komik makin murah secara riil setiap tahun.
Cara membaca halaman ini. Tiap kartu mencantumkan sumber dan tanggalnya di bawah grafik. Angka-angkanya berasal dari indeks publik, katalog, dan daftar di platform sebagaimana tercatat di peta ekosistem AKSI, yang baru memuat sebagian kecil pelaku komik yang aktif, jadi jumlah orang di sini adalah angka minimal. Tidak ada angka di sini yang menunjukkan penghasilan perorangan.
Teruskan ke sesama pegiat komik: kreator, penerbit, penyelenggara event, dan pembaca.
Cara halaman ini dibuat: penggunaan AI
AKSI membangun dashboard ini dan peta ekosistem di baliknya dengan bantuan Claude, model AI buatan Anthropic. Tim AKSI memilih dan mengumpulkan setiap sumber, baik publik maupun manual, serta mengarahkan pekerjaannya. Dalam arahan itu, AI membaca dan menyalin sumber, mencocokkan nama antar sumber, menghitung angka, serta menyusun draf grafik dan teks. Pengecekan, validasi sebagian, dan koreksi dilakukan oleh manusia.
Validasinya masih sebagian, jadi bacalah angka-angka ini sebagai angka minimal, bukan sensus. Untuk pembaruan berikutnya, AKSI akan mengajak sekelompok kecil orang untuk mengecek fakta dan mengoreksi peta. Ada yang salah dan perlu dikoreksi? Kabari kami di bit.ly/infokomiklokal.